Tahunan, 21 April 2010 dalam gambar
Lanjutkan Kartini-Kartini kini
Akulah penerut Kartini
Ibu kita Kartini
Lahir di Mayong 21 April 1879 ikut tampil ah
Putri Indonesia harum namanya ambil suara
Tahunan, 21 April 2010 dalam gambar
Lanjutkan Kartini-Kartini kini
Akulah penerut Kartini
Ibu kita Kartini
Lahir di Mayong 21 April 1879 ikut tampil ah
Putri Indonesia harum namanya ambil suara
Setiap orang akan menghadapi tantangan dari setiap gerakan atau tindakan yang dilakukan. Tantangan ini sebagai barometer untuk menentukan bagaimana tingkat keberhasilan dari setiap tindakan kita. Bayi yang baru lahir harus siap menghadapi suasana baru, tantangan dihadapi dengan tangisan. Menginjak masa kanak-kanak banyak sekali yang harus dihapadi dari usaha menggerakan tangan dan kaki untuk mencari perhatian terhadap orang tua, tangisan yang semakin keras cara makan dan minum sampai usaha untuk dapat berdiri diatas dua kaki dan berjalan.
Tidak ada yang dapat diperoleh hanya dengan mengharap dari orang lain. Perjuangan diri sendiri akan menentukan nasib kita sendiri. Tanggal 22 Maret merupakan awal dilaksanakannya Ujian Nasional tahun pelajaran 2009/2010. Walaupun pada awalnya terjadi pro dan kontra tapi akhirnya tetap dilaksanakan dengan janji ada suatu perubahan untuk perbaikan sebagai evaluasi dari tahun sebelumnya. Mendiknas Moh. Nuh meyakinkan Ujian Nasional tahun 2009/2010 tetap akan dilaksanakan untuk menentukan penilaian secara standar.
Bagaimana persiapan kita dalam menghadapi Ujian Nasional. Berbagai usaha dilakukan dari pemberian jam tambahan, pelaksanaan tryout sebagai simulasi U N sampai pelaksanaan doa bersama (Istighotsah). Marilah kita hadapi U N dengan tindakan yang wajar, tidak memandang sebagai hal yang menakutkan. Ujian adalah hal yang biasa dilakukan sejak lahir sampai sekarang, begitu juga proses belajar pasti ada ujian sebagai pengukur tingkat keberhasilan selama menjalani pendidikan. Bagi para siswa kelas XII persiapkanlah diri untuk mengikuti U N belajar secara rutin, jaga kondisi untuk sementara kurangi kegiatan yang tidak mendukung Ujian Nasioanal. Selamat Belajar semogra berhasil.
Refleksi Kebangkitan Nasional
Oleh : Wilujeng
Setiap tanggal 20 Mei bangsa Indonesia memperingati suatu momen yang pengaruhnya sangat besar dalam perjalanan sejarah bangsa I
ndonesia. Perubahan besar terjadi dalam usaha bangsa Indonesia untuk encapai kebebasan dari kesewenangan, penindasan dan tekanan yang mengakibatkan penderitaan bangsa Indonesia. 101 tahun yanglalu konsep perjuangan mengalami revolusi yang mendasar dengan perubahan strategi dalam menentang penindas dan penjajah ang mengeksploitasi, mengeksplorasi kekayaan, sumber daya alam maupun sumber daya manusia.
Perjuangan secara fisik yang dilakukan sebelum tahun 1908 selalu mengalami kegagalan, kalah dalam perlengkapan, taktik maupun strategi yang berujung pada tekanan yang lebih keras dari pemerintah colonial yang dampaknya semakin menyengsarakan rakyat.
Setela tahun 1908 terjadi perubahan pada strategi perjuangan, melalui pembentukan organisasi modern konsep perjuangan semakin jelas, bahkan program jangka panjang yang mendasar sudah direncanakan dengan membentuk Studiefonds “Dana Pelajar” . Dengan banyaknya kaum terpelajar maka cita-cita perjuangan untuk mencapai kemerdekaan akan mudah digapai. Kaum intelektual inilah yang nantinya menjadi “Founding Father” menjelang proklamasi kemerdekaan.
Boedi Oetomo
Diawali keinginan Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo untuk meningkatkan martabat rakyat dilakukan dengan mencari dukungan dari priyayi di pulau Jawa.. Peningkatan ini akan dilaksanakan dengan membentuk “Dana Pelajar”. Pada akhir tahun 1907, dr. Wahidin bertemu dengan Sutomo, pelajar STOVIA, di Jakarta. Pada pertemuan itu diperbincangkan nasib rakyat. Cita-cita ini sama dengan paral pelajar-pelajar STOVIA yang ingin meningkatkan kedudukan dan martabat rakyat. Tujuan dr Wahidin semulan mendirikan suatu dana belajar diperluas jangkauannya. Karena terdapat kesamaan cita-cita dengan para pelajar STOVIA, pada hari Rabu, tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta para pelajar di gedung STOVIA mendirikan organisasi yang diberi nama Boedi Oetomo, dan Sutomo ditunjuk sebagai Ketua.
REFLEKSI AKHIR TAHUN PELAJARAN
Oleh : Kuat Parmono, S.Pd
Hari demi hari terus berganti dan tanggal bergulir tiada pernah henti, dari bulan Juli tahun 2008 tak terasa kini hampir bertemu lagi dengan bulan Juli untuk tahun yang berbeda, satu tahun, sebuah kurun waktu yang tidak pendek untuk sebuah persiapan, persiapan untuk menorehkan catatan sebuah prestasi, persiapan untuk meraih sukses yang dicitakan, persiapan untuk melangkah lebih jauh dan lebih tinggi lagi.
Akhir tahun pelajaran, suatu momentum yang sangat bermakna jika tidak boleh dikatakan sakral bagi sebuah perjalanan proses pembelajaran, karena disaat itulah keberhasilan proses pembelajaran akan ditunjukan, meskipun ada yang beranggapan bahwa parameter yang digunakan kurang komperhensif karena keberhasilan pembelajaran hanya ditentukan oleh beberapa mata pelajaran saja namun terlepas dari itu semua kita tetap dapat mengambil pelajaran atau menjadikannya sebagai cermin untuk berkaca “ Sudahkah pembelajaran yang kita lakukan memberikan hasil sesuai dengan yang kita harapkan ?“ Mengapa kita selalu cemas dan ragu untuk menghadapi Ujian Nasional ? Mengapa kita seakan tidak pernah siap untuk sesuatu yang sudah pasti kehadirannya ? Mengapa waktu satu tahun terasa tidak cukup untuk mempersiapkannya ? Marilah kita merenung dan berpikir, sehingga beban psikologis di setiap akhir tahun pelajaran agak berkurang. Ada beberapa faktor yang perlu kita cermati bersama karena sering terjadi pada diri kita :
Renungan menghadapi Ujian Nasional dan Sekolah
Dalam kitab Arjunawiwaha dikisahkan untuk menghadapi Perang Bharatayudha, Arjuna melakukan pertapaan di Goa Indrakila. Banyak sekali godaan yang harus dihadapi oleh Arjuna pada saat pertapaannya. Godaan yang paling hebat datang dari tujuh bidadari cantik yang dikirim oleh Bhatara Indra untuk membangunkan pertapaan Arjuna.
Bhatara Indra membutuhkan seorang yang sakti yang mampu menghadapi Prabu Niwatakawaca yang mengancam Suralaya apabila keinginannya untuk meminang Dewi Supraba ditolak. Arjunalah satu-satunya yang mampu untuk menghadapi Prabu Niwatakawaca.
Prolog itu menggambarkan seorang yang sakti untuk menghadapi ujian yaitu Perang Bharatayudha masih mau melakukan pertapaan guna menyempurnakan kesaktiannya. Bagaiman pelajaran itu dapat diambil maknanya ?
Guru Profesional
Oleh : Wilujeng ( SMA N 1 Tahunan Jepara)
Guru artinya digugu dan ditiru. Digugu berartidapat dipercaya, ditiru menjadi contoh atau suri tauladan. Sebagai manusia biasa, dengan melihat definisi tersebut maka beban guru sangat berat, segala aktivitasnya selalu pada jalur digugu dan ditiru.
Menurut falsafah dari tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantoro, guru harus dapat melaksanakan semboyan “ing ngarso sung tulodho, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani” . Den gan semboyan ini harus dapat menempatkan diri dalam berbagai situasi dan kondisi.
Profesi guru tidak hanya menjadi pemangku jabatan formal dalam arti di sekolah tetapi juga dilingkungan masyarakat. Masyarakat menganggap guru sebagai seorang yang dapat menguasai berbagai bidang.
Bagaimana memposisikan guru sesuai dengan bidang tugasnya dalam arti guru yang professional ?
Tugas guru tidak hanya menjadi tenaga pendidik yang mentransfer ilmu kepada para peserta didik atau siswa, tetapi ada beberapa tugas guru yang sangat kompleks. Menurut pakar pendidikan Soediarto yang diambil dari buku “Profesi Pendidikan Problema, Solusi, dan Reformasi Pendidikan di Indonesia” karya Prof. Dr. H. Hamzah B. Uno, M.Pd., guru harus mampu menganalisis, mendiagnosis, dan memprognosis situasi pendidikan. Oleh karena itu guru harus menguasai ,
Untuk dapat menguasai tuntutan tersebut guru harus dapat mengikuti perkembangan teknologi informasi untuk dapat memperkaya kemampuan agar tidak mengalami ketinggalan dalam kompetensi profesioanalnya.
Seorang guru perlu mengetahui dan dapat menerapkan beberapa prinsip mengajar agar dapat melaksanakan tugasnya secara professional, yaitu sebagai berikut :
Untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau prestasi siswa, guru harus dapat melaksanakan evaluasi yang efektif baik dalam ranah kognitif, afektif maupuan psikomotor serta melakukan perbaikan bagi yang belum berhasil dan pengayaan. Dengan evaluasi dapat menempatkan dorongan pada siswa untuk dapat mengukur dan bukan dianggap sebagai hukuman. Sehingga jiwa optimis siswa dapat tumbuh untuk terus belajar.
Pada masa sekarang guru harus menyadari bahwa posisinya tidak sebagai pusat sumber belajar, tetapi harus menempatkan diri sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing yang lebih banyak memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk mencari dan mengolah sendiri informasi.
(bersambung ….)
Pustaka :
H. Hamzah B. Uno. 2007. Profesi Pendidikan Problema, Solusi, dan Reformasi Pendidikan di Indonesia.Jak
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat bergabung dengan SMANSTAR
Lembaga adalah suatu institusi yang sudah terprogram dengan baik. Dalam segi manajerial sudah mempunyai dasar aturan yang jelas, baik itu aturan dari lembaga diatasnya maupun aturan dari lembaga tersebut. Perkembangan lembaga dari dalam atau intern dipengarui oleh berbagai faktor diantaranya adalah pemimpin.
SMA Negeri 1 Tahunan pada awal tahun 2009 telah mendapat seorang pemimpin baru yaitu Bp. Sugino Slamet S.Pd. MM. sebagai kepala sekolah. Sebelumnya kepala sekolah SMA Negeri 1 Tahunan dijabat oleh Bp. Noor Ralim, S.Pd.
Dengan pemimpin yang baru menorehkan harapan baru bagi SMA Negeri 1 Tahunan apalagi akan menhadapi ujian nasional yang rencananya akan dimulai pada tanggal 20 April 2009. Harapan baru akan terwujud apabila semua pihak dapat mendukung sehingga tujuan yang tercantum dalam visi dan misi SMA Negeri 1 Tahunan dapat terwujud. Insyaallah. Amin.
Mari bersama-sama mewujudkan harapan demi perbaikan kita bersama. We Need Change, Ch
Nasionalisme dapat ditumbuhkan kepada generasi berikut dengan mempelajari sejarah. Pelajaran sejarah tidak hanya menyampaikan informasi yang pernah terjadi tapi juga mempelajari apa yang terjadi sekarang dan memprediksikan masa yang akan datang.
Sejarah mempunyai tiga dimensi menurut Presiden pertama RI Ir. Soekarno yaitu dimensi lampau, sekarang dan masa yang akan datang. Ungkapan yang terkenal dari beliau adalah “Jas Merah“ yang artinya jangan sekali-kali melupakan sejarah.