LULUS DENGAN PRESTASI

24 03 2012

Perjalanan untuk memenuhi kebutuhan tidak akan pernah berakhir. Kebutuhan jasmani dan rokhani harus dapat segera terpenuhi. Berbagai cara dilakukan untuk dapat mencapai harapan yang diinginkan. Rintangan, tantangan, hambatan akan selalu ada setiap kita melakukan kegiatan. Ini adalah ujian bagi orang yang aktif dalam kegiatan. Tanpa ada proses mencapai tujuan tidak akan menemukan ujian di setiap kegiatan.

Seorang pelajar, murid, siswa adalah pelaku yang sedang menjalankan proses untuk mencapai tujuan. Tujuan dalam belajar yang menjadi harapan adalah tercapai keinginan, cita-cita. Setiap siswa mempunyai cita-cita. Ada yang disampaikan secara lesan, dipendam dalam hati bahkan ada yang ditunjukan dengan berbagai aktifitas sehari-hari. Semangat juang mereka berbeda-beda.

Tahapan untuk menggapai cita-cita adalah langkah demi langkah untuk bisa mencapai harapan. Dari jenjang SD, SMP, SMA adalah bagian tahapan formal pendidikan yang menjadi lembaga penunjang proses belajar. Setiap akhir jenjang akan diadakan ujian untuk menentukan langkah atau jenjang berikutnya.

Menjelang akhir masa untuk kelas XII ini semoga dapat belajar dengan baik, meraih harapan untuk dapat menyelesaikan jenjang di tingkat SMA dengan prestasi yang baik. Bagi yang mau melanjutkan ke perguruan tinggi dapat diterima di perguruan tinggi sesuai pilihannya, dan mampu membawa nama baik civitas SMA Negeri 1 Tahunan. (wili witana)





Kartini’s Day in SMANSTAR

21 04 2010

Tahunan, 21 April 2010 dalam gambar

Lanjutkan                                                                Kartini-Kartini  kini

Akulah penerut Kartini

Ibu kita Kartini

Lahir di Mayong 21 April 1879                 ikut tampil ah

Putri Indonesia harum namanya                                                           ambil suara





Persiapan Menghadapi 22 Maret

11 03 2010

Setiap orang akan menghadapi tantangan dari setiap gerakan atau tindakan yang dilakukan. Tantangan ini sebagai barometer untuk menentukan bagaimana tingkat keberhasilan dari setiap tindakan kita. Bayi yang baru lahir harus siap menghadapi suasana baru, tantangan dihadapi dengan tangisan. Menginjak masa kanak-kanak banyak sekali yang harus dihapadi dari usaha menggerakan tangan dan kaki untuk mencari perhatian terhadap orang tua, tangisan yang semakin keras cara makan dan minum sampai usaha untuk dapat berdiri diatas dua kaki dan berjalan.

Tidak ada yang dapat diperoleh hanya dengan mengharap dari orang lain. Perjuangan diri sendiri akan menentukan nasib kita sendiri. Tanggal 22 Maret merupakan awal dilaksanakannya Ujian Nasional tahun pelajaran 2009/2010. Walaupun pada awalnya terjadi pro dan kontra tapi akhirnya tetap dilaksanakan dengan janji ada suatu perubahan untuk perbaikan sebagai evaluasi dari tahun sebelumnya. Mendiknas Moh. Nuh meyakinkan Ujian Nasional tahun 2009/2010 tetap akan dilaksanakan untuk menentukan penilaian secara standar.

Bagaimana persiapan kita dalam menghadapi Ujian Nasional. Berbagai usaha dilakukan dari pemberian jam tambahan, pelaksanaan tryout sebagai simulasi U N sampai pelaksanaan doa bersama (Istighotsah). Marilah kita hadapi U N dengan tindakan yang wajar, tidak memandang sebagai hal yang menakutkan. Ujian adalah hal yang biasa dilakukan sejak lahir sampai sekarang, begitu juga proses belajar pasti ada ujian sebagai pengukur tingkat keberhasilan selama menjalani pendidikan. Bagi para siswa kelas XII persiapkanlah diri untuk mengikuti U N belajar secara rutin, jaga kondisi untuk sementara kurangi kegiatan yang tidak mendukung Ujian Nasioanal. Selamat Belajar semogra berhasil.





19 05 2009

Refleksi Kebangkitan Nasional

Oleh : Wilujeng

 

              Setiap tanggal 20 Mei bangsa Indonesia memperingati suatu momen yang pengaruhnya sangat besar dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Perubahan besar terjadi dalam usaha bangsa Indonesia untuk  encapai kebebasan dari kesewenangan, penindasan dan tekanan yang mengakibatkan penderitaan bangsa Indonesia. 101 tahun yanglalu konsep perjuangan mengalami revolusi yang mendasar dengan perubahan strategi dalam menentang penindas dan penjajah ang mengeksploitasi, mengeksplorasi kekayaan, sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

            Perjuangan secara fisik yang dilakukan sebelum tahun 1908 selalu mengalami kegagalan, kalah dalam perlengkapan, taktik maupun strategi yang berujung pada tekanan yang lebih keras dari pemerintah colonial yang dampaknya semakin menyengsarakan rakyat.

            Setela tahun 1908 terjadi perubahan pada strategi perjuangan, melalui pembentukan organisasi modern konsep perjuangan semakin jelas, bahkan program jangka panjang yang mendasar sudah direncanakan dengan membentuk Studiefonds  “Dana Pelajar” . Dengan banyaknya kaum terpelajar maka cita-cita perjuangan untuk mencapai kemerdekaan akan mudah digapai. Kaum intelektual inilah yang nantinya menjadi “Founding Father” menjelang proklamasi kemerdekaan.

  Boedi Oetomo

            Diawali keinginan Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo untuk meningkatkan martabat rakyat dilakukan dengan mencari dukungan dari priyayi di pulau Jawa.. Peningkatan ini akan dilaksanakan dengan membentuk “Dana Pelajar”. Pada akhir tahun 1907, dr. Wahidin bertemu dengan Sutomo, pelajar STOVIA, di Jakarta. Pada pertemuan itu diperbincangkan nasib rakyat. Cita-cita ini sama dengan paral pelajar-pelajar STOVIA yang ingin meningkatkan kedudukan dan martabat rakyat. Tujuan dr Wahidin semulan mendirikan suatu dana belajar diperluas jangkauannya. Karena terdapat kesamaan cita-cita dengan para pelajar STOVIA, pada hari Rabu, tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta para pelajar di gedung STOVIA mendirikan organisasi yang diberi nama Boedi Oetomo, dan Sutomo ditunjuk sebagai Ketua.

            Baca entri selengkapnya »





REFLEKSI AKHIR TAHUN PELAJARAN

18 05 2009

REFLEKSI AKHIR TAHUN PELAJARAN

Oleh : Kuat Parmono, S.Pd

 

Hari demi hari terus berganti dan tanggal bergulir tiada pernah henti, dari bulan Juli tahun 2008 tak terasa kini hampir bertemu lagi dengan bulan Juli untuk tahun yang berbeda, satu tahun, sebuah kurun waktu yang tidak pendek untuk sebuah persiapan, persiapan untuk menorehkan catatan sebuah prestasi, persiapan untuk meraih sukses yang dicitakan, persiapan untuk  melangkah lebih jauh dan lebih tinggi lagi.

Akhir tahun pelajaran, suatu momentum yang sangat bermakna jika tidak boleh dikatakan sakral bagi sebuah perjalanan proses pembelajaran, karena disaat itulah  keberhasilan proses pembelajaran akan ditunjukan, meskipun ada yang beranggapan bahwa parameter yang digunakan kurang komperhensif karena keberhasilan pembelajaran hanya ditentukan oleh beberapa mata pelajaran saja namun terlepas dari itu semua  kita tetap dapat mengambil pelajaran atau menjadikannya sebagai  cermin untuk berkaca “ Sudahkah pembelajaran yang kita lakukan memberikan hasil sesuai dengan yang kita harapkan ?“ Mengapa kita selalu cemas dan ragu untuk menghadapi Ujian Nasional ?  Mengapa kita seakan tidak pernah siap untuk sesuatu yang sudah pasti kehadirannya ? Mengapa waktu satu tahun terasa tidak cukup untuk mempersiapkannya ? Marilah kita merenung dan berpikir, sehingga beban psikologis di setiap akhir tahun pelajaran agak berkurang. Ada beberapa faktor yang perlu kita cermati bersama karena sering  terjadi pada diri kita :

  1. Kita masih kurang bijak dalam pengelolaan waktu.

Baca entri selengkapnya »





Arjuna Menghadapi Ujian

17 03 2009

arjuna-memanah1Renungan menghadapi Ujian Nasional dan Sekolah

arjuna1Dalam kitab Arjunawiwaha dikisahkan untuk menghadapi Perang Bharatayudha, Arjuna melakukan pertapaan di Goa Indrakila. Banyak sekali godaan yang harus dihadapi oleh Arjuna pada saat pertapaannya. Godaan yang paling hebat datang dari tujuh bidadari cantik yang dikirim oleh Bhatara Indra untuk membangunkan pertapaan Arjuna.

Bhatara Indra membutuhkan seorang yang sakti yang mampu menghadapi Prabu Niwatakawaca yang mengancam Suralaya apabila keinginannya untuk meminang Dewi Supraba ditolak. Arjunalah satu-satunya yang mampu untuk menghadapi Prabu Niwatakawaca.

Prolog itu menggambarkan seorang yang sakti untuk menghadapi ujian yaitu Perang Bharatayudha masih mau melakukan pertapaan guna menyempurnakan kesaktiannya. Bagaiman pelajaran itu dapat diambil maknanya ?

Baca entri selengkapnya »





28 02 2009

Guru Profesional

Oleh : Wilujeng ( SMA N 1 Tahunan Jepara)

 

 

            Guru artinya digugu dan ditiru. Digugu berartidapat dipercaya, ditiru menjadi contoh atau suri tauladan. Sebagai manusia biasa, dengan melihat definisi tersebut maka beban guru sangat berat, segala aktivitasnya selalu pada jalur digugu dan ditiru.

            Menurut falsafah dari tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantoro, guru harus dapat melaksanakan semboyan “ing ngarso sung tulodho, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani” . Den gan semboyan ini harus dapat menempatkan diri dalam berbagai situasi dan kondisi.

            Profesi guru tidak hanya menjadi pemangku jabatan formal dalam arti di sekolah tetapi juga dilingkungan masyarakat. Masyarakat menganggap guru sebagai seorang yang dapat menguasai berbagai bidang.

            Bagaimana memposisikan guru sesuai dengan bidang tugasnya dalam arti guru yang professional ?

            Tugas guru tidak hanya menjadi tenaga pendidik yang mentransfer ilmu kepada para peserta didik atau siswa, tetapi ada beberapa tugas guru yang sangat kompleks. Menurut pakar pendidikan Soediarto yang diambil dari buku “Profesi Pendidikan Problema, Solusi, dan Reformasi Pendidikan di Indonesia” karya Prof. Dr. H. Hamzah B. Uno, M.Pd., guru harus mampu menganalisis, mendiagnosis, dan memprognosis situasi pendidikan. Oleh karena itu guru harus menguasai ,

  1. disiplin ilmu pengetahuan sebagai sumber bahan pelajaran,
  2. bahan ajar yang diajarkan,
  3. pengetahuan tentang karakteristik siswa,
  4. pengetahuan tentang filsafat dan tujuan pendidikan,
  5. pengetahuan serta penguasaan metode dan model mengajar,
  6. penguasaan terhadap prinsip-pronsip teknologi pembelajaran
  7. pengetahuan terhadap penilaian, dan mampu merencanakan, mempimpin, guna kelancaran proses pendidikan. (Hamzah B. Uno, 2007:64-65)

Untuk dapat menguasai tuntutan tersebut guru harus dapat mengikuti perkembangan teknologi informasi untuk dapat memperkaya kemampuan agar tidak mengalami ketinggalan dalam kompetensi profesioanalnya.

            Seorang guru perlu mengetahui dan dapat menerapkan beberapa prinsip mengajar agar dapat melaksanakan tugasnya secara professional, yaitu sebagai berikut :

  1. Guru harus dapat membangkitkan perhatian peserta didik pada materi pelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang bervariasi.
  2. Guru harus dapat membangkitkan minat  peserta didik untuk aktifi dalam berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan
  3. Guru harus dapat membuat urutan (sequence) dalam pemberian pelajaran dan penyesuaiannya dengan usia dan tahapan tugas perkembangan peserta didik.
  4. Guru perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik (kegiatan apersepsi), agar peserta didik menjadi mudah dalam memahami pelajaran yang diterimanya.
  5. Sesuai dengan prinsip repetisi dalam proses pembelajaran, diharapkan guru dapat menjelaskan unit pelajaran secara berulang-ulang hingga tanggapan peserta didik menjadi jelas.
  6. Guru wajib memperhatikan dan memikirkan korelasi atau hubungan antara mata pelajaran dan/atau praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Guru harus tetap menjaga konsentrasi belajar para peserta didik dengan cara memberikan kesempatan berupa pengalaman secara langsung, mengamati/meneliti, dan menyimpulkan pengetahuan yang didapatnya.
  8. Guru harus mengembangkan sikap peserta didik dalam mebina hubungan social, baik dalam kelas maupun di luar kelas.
  9. Guru harus menyelidiki dan mendalami perbedaan peserta secara individual agar dapat melayani siswa sesuai dengan perbedaannya tersebut. (Hamzah B. Uno, 2007:16)

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau prestasi siswa, guru harus dapat melaksanakan evaluasi yang efektif baik dalam ranah kognitif, afektif maupuan psikomotor serta melakukan perbaikan bagi yang belum berhasil dan pengayaan. Dengan evaluasi dapat menempatkan dorongan pada siswa untuk dapat mengukur dan bukan dianggap sebagai hukuman. Sehingga jiwa optimis siswa dapat tumbuh untuk terus belajar.

            Pada masa sekarang guru harus menyadari bahwa posisinya tidak sebagai pusat sumber belajar, tetapi harus menempatkan diri sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing yang lebih banyak memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk mencari dan mengolah sendiri informasi.

(bersambung ….)

           

 

 

Pustaka :

 

H. Hamzah B. Uno. 2007. Profesi Pendidikan Problema, Solusi, dan Reformasi Pendidikan di Indonesia.Jak








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.