28 02 2009

Guru Profesional

Oleh : Wilujeng ( SMA N 1 Tahunan Jepara)

 

 

            Guru artinya digugu dan ditiru. Digugu berartidapat dipercaya, ditiru menjadi contoh atau suri tauladan. Sebagai manusia biasa, dengan melihat definisi tersebut maka beban guru sangat berat, segala aktivitasnya selalu pada jalur digugu dan ditiru.

            Menurut falsafah dari tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantoro, guru harus dapat melaksanakan semboyan “ing ngarso sung tulodho, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani” . Den gan semboyan ini harus dapat menempatkan diri dalam berbagai situasi dan kondisi.

            Profesi guru tidak hanya menjadi pemangku jabatan formal dalam arti di sekolah tetapi juga dilingkungan masyarakat. Masyarakat menganggap guru sebagai seorang yang dapat menguasai berbagai bidang.

            Bagaimana memposisikan guru sesuai dengan bidang tugasnya dalam arti guru yang professional ?

            Tugas guru tidak hanya menjadi tenaga pendidik yang mentransfer ilmu kepada para peserta didik atau siswa, tetapi ada beberapa tugas guru yang sangat kompleks. Menurut pakar pendidikan Soediarto yang diambil dari buku “Profesi Pendidikan Problema, Solusi, dan Reformasi Pendidikan di Indonesia” karya Prof. Dr. H. Hamzah B. Uno, M.Pd., guru harus mampu menganalisis, mendiagnosis, dan memprognosis situasi pendidikan. Oleh karena itu guru harus menguasai ,

  1. disiplin ilmu pengetahuan sebagai sumber bahan pelajaran,
  2. bahan ajar yang diajarkan,
  3. pengetahuan tentang karakteristik siswa,
  4. pengetahuan tentang filsafat dan tujuan pendidikan,
  5. pengetahuan serta penguasaan metode dan model mengajar,
  6. penguasaan terhadap prinsip-pronsip teknologi pembelajaran
  7. pengetahuan terhadap penilaian, dan mampu merencanakan, mempimpin, guna kelancaran proses pendidikan. (Hamzah B. Uno, 2007:64-65)

Untuk dapat menguasai tuntutan tersebut guru harus dapat mengikuti perkembangan teknologi informasi untuk dapat memperkaya kemampuan agar tidak mengalami ketinggalan dalam kompetensi profesioanalnya.

            Seorang guru perlu mengetahui dan dapat menerapkan beberapa prinsip mengajar agar dapat melaksanakan tugasnya secara professional, yaitu sebagai berikut :

  1. Guru harus dapat membangkitkan perhatian peserta didik pada materi pelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang bervariasi.
  2. Guru harus dapat membangkitkan minat  peserta didik untuk aktifi dalam berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan
  3. Guru harus dapat membuat urutan (sequence) dalam pemberian pelajaran dan penyesuaiannya dengan usia dan tahapan tugas perkembangan peserta didik.
  4. Guru perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik (kegiatan apersepsi), agar peserta didik menjadi mudah dalam memahami pelajaran yang diterimanya.
  5. Sesuai dengan prinsip repetisi dalam proses pembelajaran, diharapkan guru dapat menjelaskan unit pelajaran secara berulang-ulang hingga tanggapan peserta didik menjadi jelas.
  6. Guru wajib memperhatikan dan memikirkan korelasi atau hubungan antara mata pelajaran dan/atau praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Guru harus tetap menjaga konsentrasi belajar para peserta didik dengan cara memberikan kesempatan berupa pengalaman secara langsung, mengamati/meneliti, dan menyimpulkan pengetahuan yang didapatnya.
  8. Guru harus mengembangkan sikap peserta didik dalam mebina hubungan social, baik dalam kelas maupun di luar kelas.
  9. Guru harus menyelidiki dan mendalami perbedaan peserta secara individual agar dapat melayani siswa sesuai dengan perbedaannya tersebut. (Hamzah B. Uno, 2007:16)

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau prestasi siswa, guru harus dapat melaksanakan evaluasi yang efektif baik dalam ranah kognitif, afektif maupuan psikomotor serta melakukan perbaikan bagi yang belum berhasil dan pengayaan. Dengan evaluasi dapat menempatkan dorongan pada siswa untuk dapat mengukur dan bukan dianggap sebagai hukuman. Sehingga jiwa optimis siswa dapat tumbuh untuk terus belajar.

            Pada masa sekarang guru harus menyadari bahwa posisinya tidak sebagai pusat sumber belajar, tetapi harus menempatkan diri sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing yang lebih banyak memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk mencari dan mengolah sendiri informasi.

(bersambung ….)

           

 

 

Pustaka :

 

H. Hamzah B. Uno. 2007. Profesi Pendidikan Problema, Solusi, dan Reformasi Pendidikan di Indonesia.Jak


Tindakan

Information

Satu tanggapan

20 06 2009
smatahunan

Proses terjadi menyangkut bermacam-macam hal. Pertimbangannya antara lain materi, waktu, kondisi saat pembelajaran berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.