Renungan menghadapi Ujian Nasional dan Sekolah
Dalam kitab Arjunawiwaha dikisahkan untuk menghadapi Perang Bharatayudha, Arjuna melakukan pertapaan di Goa Indrakila. Banyak sekali godaan yang harus dihadapi oleh Arjuna pada saat pertapaannya. Godaan yang paling hebat datang dari tujuh bidadari cantik yang dikirim oleh Bhatara Indra untuk membangunkan pertapaan Arjuna.
Bhatara Indra membutuhkan seorang yang sakti yang mampu menghadapi Prabu Niwatakawaca yang mengancam Suralaya apabila keinginannya untuk meminang Dewi Supraba ditolak. Arjunalah satu-satunya yang mampu untuk menghadapi Prabu Niwatakawaca.
Prolog itu menggambarkan seorang yang sakti untuk menghadapi ujian yaitu Perang Bharatayudha masih mau melakukan pertapaan guna menyempurnakan kesaktiannya. Bagaiman pelajaran itu dapat diambil maknanya ?
Cerita dalam pewayangan banyak memberikan kisah yang menggunakan simbol-simbol bermakna yang dapat diterapkan pada masa sekarang. Penulis mencoba mengambil secara singkat kisah ini sebagai sebuah analog yang diterapkan pada para siswa SMA Negeri 1 Tahunan Kelas XII yang akan menghadapi ujian pada bulan April 2009 nanti
Apabila menghayati cerita ini maka para siswa harus mawas diri, membaca diri sendiri berkaitan dengan persiapan guna menghadapi ujian nanti. Proses menuju ke hari H-nya banyak sekali rintangannya yang harus dihadapi. Rintangan itu bisa berasal dari diri sendiri maupun dari pihak luar.
Ujian lain yang harus dihadapi Arjuna adalah ketika selesai mendapat nasehat dan menerima sebuah senjata Pasopati dari Bhatara Guru serta para dewa siap berangkat menghadapi Prabu Niwatakawaca muncul rasa rindu yang sangat untuk bertemu dengan ibunya Dewi Kunthi yang telah lama ditinggalkan karena bertapa (wilujeng)